Semalem aku melihat-lihat lagu apa yang sering kudengar dari media pemutar musikku. Beberapa lagu itu plus penyanyinya sudah kuceritakan di blog ini. Ada juga yang klasik, dan kuingat-ingat ternyata aku belum pernah cerita selama ini. Dengan bangga aku mengakui kalau aku cintaaaa banget sama Chaka Khan. Ternyata banyak banget koleksi album chaka khan yang kumiliki. Suka. Suka. Suka lima juta kali...:D
Kupilihkan lagu ini: Rufus And Chaka Khan - Do You Love What You Feel (1979)
Soundtrack of The day, Feist: The Limit to Your LOVE. Dalem merasuk tulang, didengerin dengan suasana hati normal...Setengah hari, aku dan temen-temenku ngakak melulu. Setengah hari sisanya, aku diam dengan earphone. Aku berharap bisa tetap cool mendengarkan ini sampe nanti sore :)
Halo semua. Aku sering membayangkan sosok seperti dalam kehidupan si Mishka ini. Hidup di belantara lautan singgah dari pulau ke pulau. Bertautan dari negara satu ke negara lain, menjadi warga dunia. Walaupun otakku hanya sanggup membayangkan formasi kapal phinisi yang tenar tapi tradisional itu :D.
Hingga kemudian aku membaca tentang Mishka. Mishka lahir di Bermuda, dan dibesarkan pada sebuah kapal layar. Orang tuanya ingin memenuhi impian seumur hidup membesarkan keluarga mereka dengan laut. Terinspirasi oleh alam dan kehidupan mistis yang diserap dari kepulauan Karibia, Mishka telah bernyanyi dari sangat kecil.
Aku merasa fantasiku itu ada dasarnya: bahwasanya orang-orang yang lebih dulu dari aku membayangkan hal yang sama denganku. Kemudian mewujudkannya. Keren.
Lirik Mishka yang bertema universal dan sensi dengan otoritas, vokal menggoda(aku suka suara berat yang bertenaga), juga ritme reggae akustik sederhana membuatku cepat akrab. Hal itu mengingatkanku saat dulu bernyanyi diwaktu senggang bersama teman-teman. Dengan gitar-gitar dan melodi abal-abal, tapi menghangatkan suasana.
Tenang, Mishka tidak abal-abal kok. Tapi membuat suasana jadi hangat karena melodi dan liriknya yang humble.
Ini lagunya Mishka. Mendengarkan ini bikin rileks, berasa diterpa angin pantai dengan perasaan yang membentang ditampung oleh luasnya lautan.
Dulu, aku mengira tidak menyukai lagu-lagu regae ternyata tidak juga. Favoritku Happy, Lonely dan Coastline Journey. Ini kupilihkan yang judulnya Happy dan Coastline Journey. Semoga semua suka :D
You've got to get up every morning with a smile on your face And show the world all the love in your heart Then people gonna treat you better You're gonna find, yes, you will That you're beautiful as you feel
Waiting at the station with a workday wind a-blowing I've got nothing to do but watch the passers-by Mirrored in their faces I see frustration growing And they don't see it showing, why do I?
You've got to get up every morning with a smile on your face And show the world all the love in your heart Then people gonna treat you better You're gonna find, yes, you will That you're beautiful as you feel
I have often asked myself the reason for THE sadness In a world where tears are just a lullaby If there's any answer, maybe love can end the madness Maybe not, oh, but we can only try
You've got to get up every morning with a smile on your face And show the world all the love in your heart Then people gonna treat you better You're gonna find, yes, you will That you're beautiful as you feel
Aku bosan. Aku bosan. Kata Nilam, karena aku tidak mau beranjak dari kursiku dan berjalan-jalan keluar ruangan.
Masih ada yang kukerjakan, belum selesai, kataku
Makanya bosan
Benar juga, sebenarnya aku membosankan dengan tidak beranjak dari kursiku. Bosan tingkat dewaa. Aku menengok kegiatan di ruangan samping. Sebuah kantor yang orang-orangnya dibayar untuk tersenyum, mengurusi orang-orang, ummm maksudku international affairs. Kantornya Nilam.
Ternyata sedang ada persiapan program baru di kantor itu. Semacam english club yang isinya mahasiswa lokal dan interlokal dalam satu komunitas permainan. Konsepnya begitu.
Aku melihat mas Wiwid dan Nilam, berunding. Persisnya, Nilam agak grogi dengan program pertamanya :P dan Mas Wiwid memberi dorongan. Aku juga ikut-ikut jadi suporter.
Sebelumnya, Nilam mengajakku ke ruangannya akan menunjukkan rekaman beberapa lagu yang dinyanyikannya. Aku tertarik, dan menuju ruang samping. Sembari mendengar Mas wiwid dan Nilam berunding, aku kopi lagunya. Nilam menyanyi kemudian direkam. Ada empat lagu....
Aku bilang hanya bisa pulang sehari, dibales "ga apa-apa pulang nanti aja sewaktu bude pulang haji. Rame-rame" Oke baiklah, aku tidak jadi pulang. Aku di Jogja padahal besuk lebaran haji,...
Aku onlen, menjawab imel sobatku, Titi. Dia ngajakin liburan ke Aceh saat pergantian tahun.Waahh..Kami masih tarik ulur lewat surel. Sembari bermain-main dengan jejaring sosial A.K.A fesbuk. Dan kegiatan lain di dunia maya.
Kebiasaanku ketika onlen adalah ngelantur. Aku membiarkan diriku diseret oleh jejaring dan ketertarikan tidak sistematis. Membalas email, sembari fesbuk, kadang sambil Chat di YM!, membuka situs-situs favorit, membuka-buka V-klip di Youtube.
Apa ya yang bisa kubagi? Umm, ini dia V klipnya Coldplay yang judulnya Hardest Part. Lagu ini sudah lama banget tapi aku baru lihat video klipnya hari ini. Sangat menakjubkan....Pas nonton aku ngerasa sedih dan lucu menjadi satu paket.
Video klipnya, diambil sekitar Maret 2006 di st Patersburg, Florida, bercerita pertunjukan di pantai Miami. Video ini dikombinasikan dengan latar belakang serial televisi Attitude(1985-1991). Coldplay diceritakan sebagai Band pengiring pertunjukan di salah satu episode serial. Pertunjukkan hari itu menampilkan tarian akrobatik sepasang penari yang umurnya terpaut jauh: Spencer (co:25) dan Barbara (ce:84). Saat menari para audience bertepuk tangan diiringi tawa riuh rendah dan wajah-wajah khawatir. Ya iyalah, penari perempuannya berumur 84 tahun. Sudah keriput. Isu-isu penyakit tua dimulai umur pertengahan 50 tahun, lah ini umur 84 tahun masih main akrobat. Itu kenapa aku pilih video klip ini untuk kalian :P
Selain Video klipnya yang oke, Lagunya juga bagus. Sebenarnya aku tidak tahu menahu ilmu musik, tapi aku suka komposisi dengan ketukan beat yang bertempo cepat dan dinamis. Musik yang menginspirasi untuk menari gila :P. Lagu Hardest Part diambil dari album x&y, Coldplay. Album itu banyak menceritakan tentang kisah-kisah kontras dari manusia. Bagus deh.
Lucu, segar, sunny, sarkastik, dan Chris Martin cakep banget disitu hihi (Rambutnya keriting dan gondrong).
Lagu Cyminology kali ini berjudul Saburi, video klipnya yang bikin Miss Hello Cilik. Ada ikan-ikan berwarna merah dalam toples. Gambar dalam video klip dilukis sendiri loch. Keren ya. Waktu melihat video ini aku langsung suka, umm ikan dalam toples. Aku katarsis, dengan hanya melihat sebentar.
Miss Hello Cilik menggambar ikan-ikan dalam toples yang diasuh dalam kamarnya. Ikan-ikan dalam toples itu manifestasi dari jiwa si pelukis. Habitatnya berada dalam toples berisi air, walaupun ikan bisa melihat seluruh ruangan di kamar itu.
Gimana kalo ikan dalam toples pengen bobok juga di bed yang empuk? Wah sedih :(...
Cyminology adalah sebuah band beraliran jazz, beranggotakan 4 orang. Vokalis dan komposernya cewek, Cymin Samawatie(Orang tuanya lahir di Iran tinggal di Jerman. Ayahnya pelarian politik dari Teheran), Benedickt as pianist(pria Perancis tinggal di Jerman), Ralf as double bassist, dan Ketan as Drummer and percussionist(cowok India tinggal di Berlin). Seperti halnya Flora Purim dengan bahasa protugis, Swedish digunakan Jeanette Lindström, Grazyna Auguscik dengan bahasa Polandia, maka Cyminology menggunakan bahasa Persia untuk liriknya(sebelumnya aku mengira bahasa arab, dari judulnya saburi).
Aku tidak ada soal dengan melody, karena emang penggila Jazz. Tapi aku punya masalah dengan bahasa, karena lyricnya ditulis dengan bahasa persia. Bahasa membuatku tidak berdaya. Makanya Miss Hello Cilik bertugas juga sebagai interpreter, karena dia nonton konsernya di Museum of Islamic Art, Berlin ato Pergamon Museum ***oooh, museum!***, sudah mendengar asbabun nuzul lagu Saburi :D.
Jadi lagu ini bercerita tentang kesabaran. Konon, lagu Saburi berdasar pengalaman Cymin. Ia terinspirasi oleh pesan Bapaknya tentang kesabaran. Cymin pengen "pulang" ke Iran. Tapi apa daya, Ia hanya bisa melihat kampung halaman orang tuanya dari foto-foto saja. Status pelarian politik Bapaknya, menyebabkan pulang ke Iran bukan hal yang bisa diwujudkan. Kemudian muncullah mantra bernama kesabaran. Sabar adalah rumah yang merawat semua jiwa. Melapangkan semua batas dan rintangan. Dan menunjukkan pentingnya penerimaan. Ehem, rasanya langsung pengen mengheningkan cipta A.K.A dalem banget.
Kamu bisa cek tentang Cyminology di situsnya. Dari situs itu aku menemukan penggalan lirik yang diterjemahkan dalam bahasa inggris.
My hands can’t play what my ears are hearing / Nor words describe what my eyes see. / My heart can’t bear what my feelings arouse / Nor my tears absorb what life leaves behind.
Recent Comments